ABSTRAK
Dalam perkembangannya Telematika sebagai bidang ilmu yang
memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi
jarak dan waktu melalui aplikasi Information and
Communications Technology. Fitur
antarmuka disini merupakan salah satu layanan yang disediakan sistem operasi
sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Dalam
pemakaiannya komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna.
Kata kunci : Telematika,
Fitur
1.
PENDAHULUAN
Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan
informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika serta meluasnya
perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara
kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma
global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi
jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.
Teknologi telematika merupakan singkatan dari teknologi
komunikasi, media, dan informatika.Dalam perkembangannya, teknologi telematika
ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik,
sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan,
menurut keperluan, sampai seluruh dunia. Pada saat ini informasi sudah banyak
berkembang sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi.
Teknologi telematikalah yang telah berkembang sehingga mampu menyampaikan suatu
informasi.
Ilmu
Telematika sangat identik dengan sebuah tampilan Interface yang menarik,
memberikan kemudahan, modern, dan sesuai dengan kebutuhan. Telematika
sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, bahkan
menjadi komoditas industry, bisnis informasi, media dan telekomunikasi. Secara
umum telematika merupakan bertemunya system jaringan kominikasi dengan
teknologi informasi.
2.
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Antar Muka
Pengertian antar muka (interface) adalah salah satu layanan
yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan
sistem operasi. Antarmuka (interface) adalah komponen sistem operasi yang
bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu
Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI).
1.Command Line Interface (CLI)
CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya.
2.Graphical User Interface (GUI)
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device).
1.Command Line Interface (CLI)
CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya.
2.Graphical User Interface (GUI)
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device).
2.2 Layanan Teknologi Telematika
Yang termasuk dalam telematika ini adalah
layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada
sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah
satu contoh telematika. Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai
berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat
Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika
(disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di
bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Fungsi Direktorat
Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika
• Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
2.3
Teknologi
Pada Antar Muka Telematika
2.3.1 HUD (Head-Up Display)
System
Head-up display, atau disingkat HUD, adalah
setiap tampilan yang transparan menyajikan data tanpa memerlukan pengguna untuk
melihat diri dari sudut pandang atau yang biasa. Asal usul nama berasal dari
pengguna bisa melihat informasi dengan kepala “naik” (terangkat) dan melihat ke
depan, bukan memandang miring ke instrumen yang lebih rendah.
HUD terbagi menjadi 3 generasi yang
mencerminkan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan gambar, yaitu:
a. Generasi Pertama – Gunakan CRT untuk
menghasilkan sebuah gambar pada layar fosfor, memiliki kelemahan dari degradasi
dari waktu ke waktu dari lapisan layar fosfor. Mayoritas HUDs beroperasi saat
ini adalah dari jenis ini.
b. Generasi Kedua – Gunakan sumber cahaya
padat, misalnya LED, yang dimodulasi oleh sebuah layar LCD untuk menampilkan
gambar. Ini menghilangkan memudar dengan waktu dan juga tegangan tinggi yang
dibutuhkan untuk sistem generasi pertama. Sistem ini pada pesawat komersial.
c. Generasi Ketiga – Gunakan waveguides
optik untuk menghasilkan gambar secara langsung dalam Combiner daripada
menggunakan sistem proyeksi.
Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2
jenis. Jenis pertama adalah HUD yang terikat pada badan pesawat atau kendaraan
chasis. Sistem penentuan gambar yang ingin disajikan semata-mata tergantung
pada orientasi kendaraan. Jenis yang kedua adalah HMD, helm dipasang yang
menampilkan HUD dimana elemen akan ditampilkan tergantung pada orientasi dari
kepala pengguna.
2.3.2 Teknologi HUD
a. CRT (Cathode
Ray Tube)
Hal yang sama untuk semua HUD adalah sumber
dari gambar yang ditampilkan, CRT, yang dikemudikan oleh generator. Tanda
generator mengirimkan informasi ke CRT berbentuk koordinat x dan y. Hal itu
merupakan tugas dari CRT untuk menggambarkan koordinat senagai piksel, yaitu
grafik. CRT membuat piksel dengan menciptakan suatu sinar elektonil, yang
menyerang permukaan tabung (tube).
b. Refractive
HUD
Dari CRT, sinar diproduksi secara
paralel dengan sebuah lensa collimating. Sinar paralel tersebut diproyeksikan
ke kaca semitrasnparan (kaca gabungan) dan memantul ke mata pilot. Salah satu
keuntungan dari reaktif HUD adalah kemampuan pilot untuk menggerakkan kepalanya
dan sekaligus melihat gambar yang ditampilkan pada kaca gabungan.
c. Reflective
HUD
Kerugian dari HUD reflektif adalah
akibatnya pada besarnya tingkat kompleksitas yang terlibat dalam meproduksi
penggabungan lekungan dari segi materi dan rekayasa. Keuntungan besarnya adalah
kemampuan pada peningkatan tanda brightness (terang), meminimalisir redaman
cahaya dari pemandangan visual eksternal dan adanya kemungkinan untuk menghemat
ruang di kokpit, karena lensa collimating yang tidak diperlukan.
d. System
Architecture
HUD komputer mengumpulkan informasi dari
sumber – sumber seperti IRS (Inertial Reference System), ADC (Air
Data Computer), radio altimeter, gyros, radio navigasi dan kontrol kokpit.
Diterjemahkan ke dalam koordinat x dan y, komputer HUD selanjutnya akan
menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk hal apa yang akan ditampilkan pada
HUD ke generator simbol. Berdasarkan informasi ini, generator simbol
menghasilkan koordinat yang diperlukan pada grafik, yang akan dikirmkan ke unit
display (CRT) dan ditampilkan sebagai simbol grafik pada permukaan tabung.
e. Display
Clutter
Salah satu perhatian penting dengan
simbologi HUD adalah kecenderungan perancang untuk memasukkan data terlalu
banyak, sehingga menghasilkan kekacauan tampilan. Kekacauan tampilan ini jauh
dari eksklusif untuk HUD, tetapi hal ini sangat kritis pada saat melihat ke
arah tampilan. Setiap simbologi yang tampil pada sebuah HUD harus melayani atau
memiliki sebuah tujuan dan mengarahkan peningkatan performa. Kenyataannya,
bukan piksel tunggal yang dapat menerangi kecuali dia secara langsung
mengarahkan pada penigkatan. Prinsip yang diterapkan pada perancangan HUD
adalah ‘ketika dalam keraguan, tinggalkan saja’.
2.3.3 Tangible
User Interface
Pada sebuah pantai,
ada tanah dan lautan, kita menghadapi suatu tantangan untuk mempertemukan kedua
tempat tinggal kita antara dunia fisik dan dunia digital. Informasi digital
merendam organ visual dan indera perasa kita, tetapi tubuh kita tetap merasakan
atau berada di dunia fisik. Jendela unuk ruang digital terbatas pada layar
datar persegi dan piksel atau “painted bits”. Sayangnya, orang tidak
dapat merasakan keberadaan informasi digital melalui tangan dan tubuhnya.
Bayangkan sebuah gunug
es, sejumlah massa es yang mengambang di lautan. Hal tersebut merupakan
metafora dari TUI (Tangible User Interface). TUI memberikan bentuk fisik
ke informasi digital dan komputasi, menyelamatkan bit dari bagian bawah air,
pengaturan pengapungan, dan membuatnya langsung bisa dikendalikan dengan tangan
manusia. TUI dibangun atas dasar ketrampilan dan penemapatan informasi fisik
yang berwujud digital di dalam ruang fisik. Tantangan rancangannya adalah ekstensi mulus dari affordance fisik dari
objek ke dalam domain digital (Ishii dan Ullmer, 1997).
Ada terdapat 4 buah karakteristik dari TUI,
yaitu:
1.
Representasi fisik digabungkan untuk mendasari komputasi
informasi digital.
2.
Representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
3.
Representasi fisik perseptual digabungkan untuk secara aktif
ditengahi representasi digital.
4.
Keadaan fisik terlihat “mewujudkan aspek kunci dari negara
digital dari sebuah sistem.
2.3.4 Dasar Model
Dari TUI
Antarmuka antara
manusia dan informasi membutuhkan dua komponen utama, yaitu input dan output,
atau kontrol dan representasi. Kontrol memungkinkan pengguna untuk memanipulasi
informasi, sedangkan representasi eksternal dianggap sebagai indera manusia.
Gambar 2.9 menampilkan model sederhana yang terdiri dari kontrol, representasi
dan informasi.
TUI menggunakan
representasi nyata dari informasi yang juga berfungsi sebagai mekanisme kontrol
secara langsung pada informasi digital. Dengan merepresentasikan informasi pada
kedua bentuk tangible dan intangible, pengguna dapat lebih secara langsung
menekankan representasi digital dengan menggunakan tangan mereka.
2.3.5 Computer
Vision
Visi Komputer adalah
ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti
bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer
berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari
gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video,
pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis.
Komputer visi berkaitan erat dengan kajian visi biologis. Bidang studi visi biologis dan model proses fisiologis di balik persepsi visual pada manusia dan hewan lainnya. Komputer visi, di sisi lain, studi dan menggambarkan proses diimplementasikan dalam perangkat lunak dan perangkat keras di belakang sistem visi buatan. pertukaran Interdisipliner antara visi biologi dan komputer telah terbukti bermanfaat bagi kedua bidang. Komputer visi, dalam beberapa hal, invers grafis komputer. Sub-domain dari visi komputer termasuk adegan rekonstruksi, deteksi event, pelacakan video, pengenalan obyek, belajar, indexing, estimasi gerak, dan pemulihan citra.
Komputer visi berkaitan erat dengan kajian visi biologis. Bidang studi visi biologis dan model proses fisiologis di balik persepsi visual pada manusia dan hewan lainnya. Komputer visi, di sisi lain, studi dan menggambarkan proses diimplementasikan dalam perangkat lunak dan perangkat keras di belakang sistem visi buatan. pertukaran Interdisipliner antara visi biologi dan komputer telah terbukti bermanfaat bagi kedua bidang. Komputer visi, dalam beberapa hal, invers grafis komputer. Sub-domain dari visi komputer termasuk adegan rekonstruksi, deteksi event, pelacakan video, pengenalan obyek, belajar, indexing, estimasi gerak, dan pemulihan citra.
Banyak kesepakatan kecerdasan buatan dengan perencanaan
otonom atau musyawarah untuk sistem robotical untuk menavigasi melalui
lingkungan. Pemahaman yang rinci tentang lingkungan ini diperlukan untuk
menavigasi melalui mereka. Informasi tentang lingkungan dapat diberikan oleh
sistem visi komputer, bertindak sebagai sensor visi dan memberikan informasi
tingkat tinggi tentang lingkungan dan robot. Kecerdasan buatan dan topik-topik
berbagi komputer visi lain seperti pengenalan pola dan teknik pembelajaran.
Akibatnya, visi komputer kadang-kadang dilihat sebagai bagian dari bidang
kecerdasan buatan atau ilmu bidang komputer secara umum.
2.3.6 Browsing Audio Data
Browsing merupakan aktivitas menjelajahi dunia
maya (Internet) untuk mencari informasi yang terkini tanpa batas dan tanpa
birokrasi atau dikenal juga dengan istilah surfing internet (berselancar di
dunia maya), software yang digunakan dikenal dengan nama web browser. Beberapa
contoh web browser adalah Mozilla Firefox, Internet aexplorer, Opera, Chrome,
dll. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Internet telah
didefinisikan kembali berbagai bidang hiburan, khususnya, yaitu musik. Hari
ini, real-time Internet Real audio streaming musik dan MP3 secara teratur
dinikmati oleh jutaan pendengar. Makalah ini menyajikan multimedia yang
berpusat manusia audio (audio informasi) sistem pencarian melalui jaringan
komputer.
Karya ini juga telah
diurus memainkan audio yang terus-menerus tanpa ada data yang mengganggu dengan
menerapkan mekanisme streaming dan buffering. Arsitektur sistem client-server
berikut model. Database digunakan untuk menyimpan informasi metadata audio.
Server audio yang bertanggung jawab untuk mengambil informasi dari database
untuk memenuhi permintaan klien. Klien menyediakan antarmuka komputer manusia
untuk pengguna melalui antarmuka pengguna grafis untuk browsing, mencari dan
memainkan audio yang menarik melalui jaringan. Berdasarkan masukan klien permintaan
pengguna ke server untuk mendapatkan informasi audio (seperti daftar film-film
bahasa tertentu, daftar lagu-lagu film tertentu dan daftar lagu berdasarkan
pencocokan pengguna memasukkan teks lirik). Audio pengambilan informasi dari
basis data akan dilakukan oleh server berbasis teks menggunakan metode
pencarian.
Browsing Audio Data
merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio
data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Sebuah komputer lokal digabungkan ke
LAN (local area network) untuk mendeteksi IP kamera. Jaringan video / audio
metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menjalankan sebuah program aplikasi komputer
lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
2. Transmisi untuk mendaftarkan kode
identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
3. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan
alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui
kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi compile ke layanan server
melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data
yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video / audio
data melalui Internet.
Browsing audio data
tidak semudah browsing dokumen cetak, karena adanya sifat temporal suara.
Ketika melakukan browsing terhadap dokumen, kita dapat dengan cepat mengalihkan
fokus perhatian dengan membaca sepintas isi dari dokumen tersebut. Kita dapat
mengetahui ukuran dan struktur dokumen, dan menggunakan memori spasial visual
untuk mengingat dan mencari spesifik topik. Namun, ketika browsing suatu
rekaman audio, kita harus berulang kali memainkan dan melompati bagian
tertentu, tanpa memainkannya, kita tidak bisa menyadari suara atau isinya. Kita
harus mendengarkan semua stream audio untuk dapat menangkap semua isinya.
Beberapa bentuk
informasi yang dapat dicari (browsed) melalui internet, yaitu: informasi berupa
teks (text/plain, text/html), image (image/gif, image/jpeg, image/png), video
(video/mpeg, video/quicktime), audio (audio/basic, audio/wav) dan application
(application/msword, application/octet-stream).
2.3.7 Speech Recognition
Speech recognition adalah
proses komputer untuk mengenali apa yang diucapkan user berdasarkan intonasi suara
yang dikonversikan kedalam bentuk tulisan.
Dalam menggunakan speech recognition ada
beberapa hal yang harus dipersiapkan komputer yang memiliki fasilitas speech
recognition dan microphone ataupun headset. Dengan alat tersebut suara kita
akan lebih dikenali oleh komputer dan dapat memudahkan dalam penggunaan.
2.3.8 Speech
Synthesis
Speech
synthesis adalah transformasi dari teks ke arah suara (speech).
Transformasi ini mengkonversi teks ke pemadu suara (speech synthesis)
yang sebisa mungkin dibuat menyerupai suara nyata, disesuaikan dengan aturan –
aturan pengucapan bahasa.TTS (text to speech) dimaksudkan untuk membaca
teks elektronik dalam bentuk buku, dan juga untuk menyuarakan teks dengan
menggunakan pemaduan suara. Sistem ini dapat digunakan sebagai sistem
komunikasi, pada sistem informasi referral, dapat diterapkan untuk membantu
orang-orang yang kehilangan kemampuan melihat dan membaca.
Ada beberapa masalah
yang terdapat pada pemaduan suara, yaitu:
1. User sangat sensitif terhadap variasi dan informasi suara.
Oleh sebab itu, mereka tidak dapat memberikan toleransi atas ketidaksempurnaan
pemadu suara.
2. Output dalam bentuk suara tidak dapat diulang
atau dicari dengan mudah.
3. Meningkatkan keberisikan pada lingkungan
kantor atau jika menggunakan handphone, maka akan meningkatkan biaya
pengeluaran.
Lingkungan dari aplikasi pemadu suara adalah:
·
Bagi tunanetra, pemadu suara menawarkan media komunkasi dimana
mereka dapat memiliki akses yang tidak terbatas.
·
Lingkungan dimana visual dan haptic skill user berfokus pada hal
lain. Contohnya: sinyal bahaya pada kokpit pesawat udara.
2.4
MANFAAT
TELEMATIKA
Manfaat
telematika bagi masyarakat antara lain; dunia pendidikan, asosiasi, para
pengamat, industri itu sendiri [Jurnal, “Kejahatan Telematika Sebagai Kejahatan
Transnasional” Oleh : Intan Innayatun Soeparna].
1. Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2. Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
5. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
6. Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan
1. Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2. Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
5. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
6. Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan
KESIMPULAN
Ada beberapa fitur
antarmuka telematika, diantaranya adalah head up display system, tangible user
interface, computer vision, browsing audio data, speech recognition, dan speech
syntetis,video conference dan semua dar kesuluruhan interface memiliki kekurangan
maupun kelebihan.dan seluruh fitur pada interface telematika sangat membantu
sekali untuk seluruh bidang , baik dibidang e-goverment
,e-bussiness,kesehatan,militer dan komunikasi Jadi Pengertian antar muka (interface) adalah salah satu layanan
yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan
sistem operasi. Antarmuka (interface) adalah komponen sistem operasi yang
bersentuhan langsung dengan pengguna.
Daftar
Pustaka
https://www.google.com/search?&output=search&sclient=psy-ab&q=jurnal+fitur+ANTARMUKA+TELEMATIKA&oq=jurnal+fitur+ANTARMUKA+TELEMATIKA&gs_l=serp.3...7645.7645.1.9480.1.1.0.0.0.0.0.0..0.0.msedr...0...1c.1.60.psy-ab..22.0.0.EWfwyc3HD4g&pbx=1&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&ion=1&biw=1366&bih=705&ech=1&psi=AHWZVNyVFo21uQSq24KICQ.1419344280108.8&ei=YXmZVKKMII6uuQS8n4DICQ&emsg=NCSR&noj=1
No comments:
Post a Comment