Sunday, January 11, 2015

Jurnal Minggu 2 : Pengertian Arsitektur

MEMAHAMI PENGERTIAN ARSITEKTUR TELEMATIKA

Marulitua E. Sihombing, Johanes Parasi, Ardi Wijaksono

Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma

ABSTRAK

Penggunaan  teknologi informasi sudah sangat menjadi suatu kebutuhan bagi kita. Pentingnya mengetahui

segala hal yang berkaitan dengan teknologi merupakan sebuah kewajiban. Arsitekturk telematika

merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan teknologi informasi. Bagaimana

memanfaatkan teknologi yang ada untuk kelangsungan perkembangan teknologi itu sendiri. Peran penting

Arsitektur  bukan hanya dalam dunia computer saja tetapi dapat diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui peran serta kegunaan Arsitektur telematika merupakan sebuah hal yang baik.

1. PENDAHULUAN

Arsitektur aplikasi merupakan suatu desain aplikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang saling

berinteraksi satu sama lain. Biasanya juga disebut dengan infrastruktur aplikasi. Cara komunikasi

komponen – komponen tersebut melalui network atau jaringan yang saling terhubung. Terdapat beberapa

macam Arsitektur aplikasi, diantaranya Stand Alone, Client Server, dan Trhee Tier. Selain ketiga

arsitektur tersebut, Clustering dan DRC (Disaster Recovery Center) merupakan suatu metode tambahan

pada arsitektur aplikasi yang lazim digunakan untuk menjaga availability suatu system. Dalam proses

telematika, jaringan computer sangatlah dibutuhkan agar setiap computer dapat saling berinteraksi satu

dengan yang lainnya.

2. ARSITEKTUR TELEMATIKA

Istilah arsitektur dapat diartikan sebagai perancangan atau desain dari sebuah aplikasi, atau

dimana suatu komponen membentuk suatu sistem yang diolah dan dilokalisasi agar dapat saling

berinteraksi. Arsitektur telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara

lapisan aplikasi yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi

komunikasi.

2.1 Element Utama Arsitektur

1 Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem

operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan

informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan

antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan

bekerja sama.

2 Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi

perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi

lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.

3 Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan

termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan

referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat

diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.

Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi atau lebih dikenal dikenal

dengan istilah Telematika atau dalam istilah asingnya ICT (Information and Communication

Technology) menawarkan sesuatu yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal

yaitu mini komputer, workstation dan personal komputer yang memiliki kemampuan setara

mainframe dengan harga yang jauh lebih murah. Hal itu mendorong munculnya paradigma baru

dalam pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah

komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang

didistribusikan secara phisik melalui jalur jaringan komunikasi.

2.2 Model Arsitektur Telematika

 Arsitektur Mainframe

Pada arsitektur ini, terdapat sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya yang

sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan. Mainframe menyediakan

sedikit waktu dan sebagian memorinya untuk setiap pemakai (user), kemudian berpindah lagi

kepada pemakain lain, lalu kembali kepemakai yang pertama. Perpindahan ini tidak dirasakan

oleh pemakai, seolah-olah tidak ada apa-apa. Jenis komputer ini memiliki suatu Central

Processing Unit, Storage Device yang agak besar (kira-kira sebesar 2 lemari pakaian) dan

ditempatkan pada tempat tersendiri. Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan

ng diperlukan terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun

1980-an.

 Arsitektur File Sharing

Pada arsitektur ini komputer server menyediakan file-file yang tersimpan di media penyimpanan

server yang dapat diakses oleh pengguna. Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama

jika jumlah pengakses semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat besar. Hal ini

dapat mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Model ini populer pada tahun 1990-an.

 Arsitektur Client/Server

Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan

arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena

yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure

Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client server dapat dibedakan

menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.

1.Model Two-tier

Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang

meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :

 User Interface adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan

langsung oleh user.

 Manajemen Proses.

 Database.

Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua

lapisan. Tingkat pertama dari model two-tier adalah client tier atau presentation layer yang

dijalankan pada client. Tingkat ini mengandung kode yang menampilkan data dan berinteraksi

dengan user. Aplikasi client meminta data dari database dan menampilkannya pada salah satu

atau lebih form tampilan. Setelah data berada pada komputer client aplikasi, kita bisa

memprosesnya dan menampilkannya dengan berbagai cara. Komputer client mampu

memanipulasi data secara lokal dan server tidak dilibatkan didalam proses ini. Jika user mengedit

sebuah field aplikasi, user juga bisa meng- update database. Tingkat kedua adalah database

server atau DBMS tingkatan ini memanipulasi objek yang sangat komplek yaitu database.

DBMS banyak menerima permintaan semacam yang sangat sulit dari client dan server harus bisa

melayani semua permintaan client tersebut. Tugas dari server adalah mengambil data yang

dibutuhkan dan mengirimkannya kepada client.

2. ModelThree-tier

Pada model ini disisipkan satu layer tambahan diantara user interface tier dan database tier. Tier

tersebut dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang

menjembatani query user dan database, sehingga program aplikasi tidak bisa mengquery

langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan

disimpan pada middle-tier. Dengan adanya server middle-tier ini, beban database server

berkurang. Jika query semakin banyak dan/atau jumlah pengguna bertambah, maka server-server

ini dapat ditambah, tanpa merubah struktur yang sudah ada. Ada berbagai macam software yang

dapat digunakan sebagai server middle-tier.

Contohnya MTS (Microsoft Transaction Server) dan MIDAS.Model dua tingkat adalah

arsitektur yang sangat efisien untuk aplikai datasbase, biasanya aplikasi dua tingkat ini

dijalankan pada LAN yang kecil. Bentuk yang paling lengkap dari aplikasi database adalah

three-tier .Tingkat ini adalah sebuah objek yang ada diantara aplikasi client-server. Yang

merupakan suatu class atau banyak class yang memiliki beberapa method dan mengurung client

dari server. Aplikasi client bisa memanggil method objek yang berada pada middle-tier dan

mendapatkan hasilnya. Keuntungan dari middle-tier adalah lapisan mengisolasi client dari server.

Client tidak lagi mengakses database tetapi mengambil method yang dimiliki oleh objek-objek

pada middle-tier. Aplikasi yang terstruktur dengan baik mengimplementasikan operasi-operasi di

dalam middle-tier. Selain itu client tidak perlu tahu bagaimanana setiap pelanggan disimpan

dalam database. Jika dia bisa memanggil method addCustomer() dan mengirimkan nilai-nilai

pada field (nama pelanggan, alamat dsb) sebagai argumennya, middle-tier akan menyisipkan

Arsitektur sangat mempengaruhi  perancangan kita terhadapa sebuah aplikasi agar setiap

komponen yang ada dapat saling terhubung. Arsitektur server sangat penting bagi sebuah

jaringan karena mempunyai peran yang cukup baik untuk melakukan melayani dan

menjawab permintaan data yang diminta oleh klien.

4. Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer

http://lecturer.eepis-its.edu/~ariv/Database%202/Pertemuan-10%20(Database%20Client-

Server).pdf

https://www.google.com/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-

8#q=kesimpulan+arsitektur+telematika

https://andreasutomo.wordpress.com/2014/01/15/arsitektur-telematika-dari-sisi-server/

No comments:

Post a Comment