Sunday, January 11, 2015

Jurnal Minggu 4 : Jaringan Wireless



Jaringan Wireless
Ardi Witjaksono, Johanes Parasi, Marulitua E. Sihombing
Jurusan Sistem Informasi, FIKTI, Universitas Gunadarma

Abstraksi
Jaringan Wireless adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Dalam artikel ini, penulis membahas mengenai Jaringan Telematika yang meliputi pengertian, sejarah, dan cara kerja jaringan wireless
Kata Kunci : Jaringan, Wireless
Latar Belakang
Jaringan Wireless sudah bukan hal yang canggih sekarang ini. Sudah banyak pengaplikasian jaringan wireless pada kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh penggunaan jaringan wireless pada remote control untuk barang elektronik (Televisi, AC), Telepon Selular, Jaringan Internet yang terhubung dengan komputer dan GPS.
            Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge. Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel
Pengertian Jaringan Wireless
Jaringan Wireless (Inggris: wireless network) adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.
Sejarah Jaringan Wireless
Pada tahun 1970 Norman Abramson, seorang profesor di University of Hawaii, mengembangkan komputer pertama di dunia jaringan komunikasi, ALOHAnet, menggunakan biaya rendah seperti ham-radio. Dengan bi-directional topologi bintang, sistem komputer yang terhubung tujuh ditempatkan lebih dari empat pulau untuk berkomunikasi dengan komputer pusat di Pulau Oahu tanpa menggunakan saluran telepon.
"Pada tahun 1979, FR Gfeller dan U. Bapst menerbitkan makalah di Proceedings IEEE pelaporan percobaan jaringan area lokal nirkabel menggunakan komunikasi infra merah disebarkan. Tak lama kemudian, pada tahun 1980, P. Ferrert melaporkan percobaan penerapan kode satu radio spread spectrum untuk komunikasi di terminal nirkabel IEEE Konferensi Telekomunikasi Nasional. Pada tahun 1984, perbandingan antara infra merah dan CDMA spread spectrum untuk komunikasi jaringan informasi kantor nirkabel diterbitkan oleh IEEE Kaveh Pahlavan di Jaringan Komputer Simposium yang muncul kemudian dalam IEEE Communication Society Magazine. Pada bulan Mei 1985, upaya Marcus memimpin FCC untuk mengumumkan ISM band eksperimental untuk aplikasi komersial teknologi spread spectrum. Belakangan, M. Kavehrad melaporkan percobaan sistem PBX nirkabel kode menggunakan Division Multiple Access. Upaya-upaya ini mendorong kegiatan industri yang signifikan dalam pengembangan dari generasi baru dari jaringan area lokal nirkabel dan diperbarui beberapa lama diskusi di radio portabel dan mobile industri.
Generasi pertama dari modem data nirkabel dikembangkan pada awal 1980-an oleh operator radio amatir, yang sering disebut sebagai radio paket ini. Mereka menambahkan komunikasi data pita suara modem, dengan kecepatan data di bawah 9.600-bit / s, untuk yang sudah ada sistem radio jarak pendek, biasanya dalam dua meter band amatir. Generasi kedua modem nirkabel dikembangkan FCC segera setelah pengumuman di band eksperimental untuk non-militer penggunaan spektrum penyebaran teknologi. Modem ini memiliki kecepatan data yang diberikan atas perintah ratusan kbit / s. Generasi ketiga modem nirkabel ditujukan untuk kompatibilitas dengan LAN yang ada dengan data tingkat atas perintah Mbit / s. Beberapa perusahaan yang mengembangkan produk-produk generasi ketiga dengan kecepatan data diatas 1 Mbit / s dan beberapa produk sudah diumumkan oleh waktu pertama IEEE Workshop on Wireless LAN.
Cara Kerja Jaringan Wireless
Untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Ada 3 komponen yang dibutuhkan agar komponen-komponen yang berada dalam wilayah jaringan wireles bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, komponen-komponen tersebut adalah :
·           Sinyal Radio (Radio Signal)
·           Format Data (Data Format)
·           Struktur Jaringan atau Network (Network Structure)
Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7  Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:
1.      Physical Layer (Lapisan Fisik)
2.      Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
3.      Network Layer (Lapisan Jaringan)
4.      Transport Layer (Lapisan Transport)
5.      Session Layer (Lapisan Sesi)
6.      Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
7.      Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Komponen-komponen yang telah disebutkan diatas, masing-masing komponen berada dalam lapisan yang berbeda-beda. komponen-komponen tersebut bekerja dan mengontrol lapisan berbeda. Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan-pantulan, difraksi, line of sight dan obstructed tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.
Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge wireless LAN didesain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.
Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki no ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuat kartu, wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket lansung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.
Jaringan nirkabel sangat membantu karena jaringan wireless ini membantu Anda menggunakan komputer dan terhubung ke Internet di manapun, di rumah Anda atau di kantor. Namun, kebanyakan jaringan nirkabel menggunakan router nirkabel, yang lumayan mahal. Jika Anda memiliki lebih dari satu komputer, Anda dapat mengkonfigurasi jaringan nirkabel tanpa membeli router nirkabel dan dapatlah kita sedikit menghemat biaya.
Dalam sebuah jaringan nirkabel tradisional, sebuah router nirkabel bertindak sebagai base station, mirip dengan stasiun pangkalan untuk telepon tanpa kabel.  Semua komunikasi nirkabel melalui router nirkabel, yang memungkinkan komputer terdekat untuk terhubung ke Internet atau terhubung satu sama lain. jadi dalam hal ini, sebuah komputer dengan wireless cardnya di sulap manjadi router, istilahnya jadi pemancar seperti layaknya router biasa.
Jaringan nirkabel ad hoc lebih cara kerjanya  seperti walkie-talkie, karena komputerberkomunikasi langsung dengan satu sama lain.  Dengan mengaktifkan Internet Connection Sharing pada salah satu komputer, Anda dapat berbagi akses internet.Jaringan ad hoc tampaknya merupakan alternatif lain tanpa menggunakan router nirkabel, tetapi memiliki beberapa kelemahan:
·      Jika komputer yang terhubung ke internet ditutup, semua komputer yang merupakan bagian dari jaringan ad hoc kehilangan akses Internet mereka.
·      Untuk menghubungkan ke Internet, komputer harus memiliki sambungan jaringan kabel.
Untuk menghubungkan komputer Anda ke Internet menggunakan jaringan ad hoc nirkabel, ikuti langkah-langkah berikut:
1.    Aktifkan Internet Connection Sharing pada komputer yang tersambung ke Internet. Anda dapat melewatkan langkah ini jika Anda tidak perlu mengakses Web.
2.    Set up ad hoc jaringan nirkabel pada komputer yang tersambung ke Internet.
3.    Tambahkan komputer Anda yang lain ke jaringan nirkabel.

Kesimpulan
Jaringan Wireless dapat ditemukan di beberapa perangkat elektronik yang sering kita gunakan.
Sebagai contoh pada remote control untuk barang elektronik (Televisi, AC), Telepon Selular,
Jaringan Internet yang terhubung dengan komputer dan GPS. Agar komponen-komponen yang
berada dalam wilayah jaringan wireles bisa sukses dalam mengirim dan menerima data dibutuhkan
3 komponen berupa Sinyal Radio (Radio Signal), Format Data (Data Format), Struktur Jaringan atau Network (Network Structure)

Daftar Pustaka




Jurnal Minggu 3 : Layanan Informasi





Layanan Informasi
Ardi Witjaksono, Johanes Parasi, Marulitua E. Sihombing
Jurusan Sistem Informasi, FIKTI, Universitas Gunadarma

Abstraksi
Pada layanan telematika terdapat empat layanan yaitu layanan informasi, layanan keamanan, leayanan context-aware dan event-base,dan layanan perbaikan sumber. Dalam penulisan ini, penulis membahas tentang layanan informasi.
Kata kunci : layanan, informasi, telematika
Latar Belakang
Layanan informasi adalah layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien). Klien tidak hanya peserta didik tetapi bisa juga orang tua atau wali.
Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembagkan pola kehodupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan.
Layanan informasi dapat diselenggarakan melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan foto, film atau vidio, kunjungan ke perusahaan-perusahaan. Berbagai nara sumber, baik dari sekolah sendiri, atau dari sekolah lain, dari lembaga-lembaga pemerintah, maupun dari berbagai kalangan di masyarakat dapat diundang guna memberikan informasi kepada peserta didik. Namun perlu diingat bahwa semua kegiatan hendaknya direncenakan direncanakan secara matang.
Layanan informasi dapat dilaksanakan secara individual, klasikal dan ataupun diselenggarakan secara umum. Dapat juga diberikan secara lisan ataupun seperti jurnal, majalah, dan leaflet.
Layanan telematika yang pertama adalah layanan informasi. Pada layanan ini telematika menggabungkan sistem komunikasi dengan kendaraan yang bergerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi yang disebut GPS, Layanan ini menyatukan sistem komunikasi dengan kendaraan seperti mobil untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Tujuan layanan informasi secara umum adalah agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.

Kesimpulan
            Bahwa pada saat sekarang ini layanan informasi sudah banyak dinikmati oleh banyak orang. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.

Daftar Pustaka
http://ardiwit2.blogspot.com/2014/11/layanan-informasilayanan.html



Jurnal Minggu 2 : Pengertian Arsitektur

MEMAHAMI PENGERTIAN ARSITEKTUR TELEMATIKA

Marulitua E. Sihombing, Johanes Parasi, Ardi Wijaksono

Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma

ABSTRAK

Penggunaan  teknologi informasi sudah sangat menjadi suatu kebutuhan bagi kita. Pentingnya mengetahui

segala hal yang berkaitan dengan teknologi merupakan sebuah kewajiban. Arsitekturk telematika

merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan teknologi informasi. Bagaimana

memanfaatkan teknologi yang ada untuk kelangsungan perkembangan teknologi itu sendiri. Peran penting

Arsitektur  bukan hanya dalam dunia computer saja tetapi dapat diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui peran serta kegunaan Arsitektur telematika merupakan sebuah hal yang baik.

1. PENDAHULUAN

Arsitektur aplikasi merupakan suatu desain aplikasi yang terdiri dari komponen-komponen yang saling

berinteraksi satu sama lain. Biasanya juga disebut dengan infrastruktur aplikasi. Cara komunikasi

komponen – komponen tersebut melalui network atau jaringan yang saling terhubung. Terdapat beberapa

macam Arsitektur aplikasi, diantaranya Stand Alone, Client Server, dan Trhee Tier. Selain ketiga

arsitektur tersebut, Clustering dan DRC (Disaster Recovery Center) merupakan suatu metode tambahan

pada arsitektur aplikasi yang lazim digunakan untuk menjaga availability suatu system. Dalam proses

telematika, jaringan computer sangatlah dibutuhkan agar setiap computer dapat saling berinteraksi satu

dengan yang lainnya.

2. ARSITEKTUR TELEMATIKA

Istilah arsitektur dapat diartikan sebagai perancangan atau desain dari sebuah aplikasi, atau

dimana suatu komponen membentuk suatu sistem yang diolah dan dilokalisasi agar dapat saling

berinteraksi. Arsitektur telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara

lapisan aplikasi yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi

komunikasi.

2.1 Element Utama Arsitektur

1 Arsitektur sistem pemrosesan, menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem

operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan

informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan

antar muka, yang menjamin bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan

bekerja sama.

2 Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi

perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi

lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.

3 Arsitektur data, sejauh ini merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan

termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan

referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat

diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.

Dengan kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi atau lebih dikenal dikenal

dengan istilah Telematika atau dalam istilah asingnya ICT (Information and Communication

Technology) menawarkan sesuatu yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal

yaitu mini komputer, workstation dan personal komputer yang memiliki kemampuan setara

mainframe dengan harga yang jauh lebih murah. Hal itu mendorong munculnya paradigma baru

dalam pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah

komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang

didistribusikan secara phisik melalui jalur jaringan komunikasi.

2.2 Model Arsitektur Telematika

 Arsitektur Mainframe

Pada arsitektur ini, terdapat sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya yang

sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan. Mainframe menyediakan

sedikit waktu dan sebagian memorinya untuk setiap pemakai (user), kemudian berpindah lagi

kepada pemakain lain, lalu kembali kepemakai yang pertama. Perpindahan ini tidak dirasakan

oleh pemakai, seolah-olah tidak ada apa-apa. Jenis komputer ini memiliki suatu Central

Processing Unit, Storage Device yang agak besar (kira-kira sebesar 2 lemari pakaian) dan

ditempatkan pada tempat tersendiri. Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan

ng diperlukan terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun

1980-an.

 Arsitektur File Sharing

Pada arsitektur ini komputer server menyediakan file-file yang tersimpan di media penyimpanan

server yang dapat diakses oleh pengguna. Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama

jika jumlah pengakses semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat besar. Hal ini

dapat mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Model ini populer pada tahun 1990-an.

 Arsitektur Client/Server

Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Dengan

arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena

yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure

Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Client server dapat dibedakan

menjadi dua, yaitu model Two-tier dan Three-tier.

1.Model Two-tier

Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang

meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :

 User Interface adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan

langsung oleh user.

 Manajemen Proses.

 Database.

Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua

lapisan. Tingkat pertama dari model two-tier adalah client tier atau presentation layer yang

dijalankan pada client. Tingkat ini mengandung kode yang menampilkan data dan berinteraksi

dengan user. Aplikasi client meminta data dari database dan menampilkannya pada salah satu

atau lebih form tampilan. Setelah data berada pada komputer client aplikasi, kita bisa

memprosesnya dan menampilkannya dengan berbagai cara. Komputer client mampu

memanipulasi data secara lokal dan server tidak dilibatkan didalam proses ini. Jika user mengedit

sebuah field aplikasi, user juga bisa meng- update database. Tingkat kedua adalah database

server atau DBMS tingkatan ini memanipulasi objek yang sangat komplek yaitu database.

DBMS banyak menerima permintaan semacam yang sangat sulit dari client dan server harus bisa

melayani semua permintaan client tersebut. Tugas dari server adalah mengambil data yang

dibutuhkan dan mengirimkannya kepada client.

2. ModelThree-tier

Pada model ini disisipkan satu layer tambahan diantara user interface tier dan database tier. Tier

tersebut dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari bussiness logic dan rules yang

menjembatani query user dan database, sehingga program aplikasi tidak bisa mengquery

langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan

disimpan pada middle-tier. Dengan adanya server middle-tier ini, beban database server

berkurang. Jika query semakin banyak dan/atau jumlah pengguna bertambah, maka server-server

ini dapat ditambah, tanpa merubah struktur yang sudah ada. Ada berbagai macam software yang

dapat digunakan sebagai server middle-tier.

Contohnya MTS (Microsoft Transaction Server) dan MIDAS.Model dua tingkat adalah

arsitektur yang sangat efisien untuk aplikai datasbase, biasanya aplikasi dua tingkat ini

dijalankan pada LAN yang kecil. Bentuk yang paling lengkap dari aplikasi database adalah

three-tier .Tingkat ini adalah sebuah objek yang ada diantara aplikasi client-server. Yang

merupakan suatu class atau banyak class yang memiliki beberapa method dan mengurung client

dari server. Aplikasi client bisa memanggil method objek yang berada pada middle-tier dan

mendapatkan hasilnya. Keuntungan dari middle-tier adalah lapisan mengisolasi client dari server.

Client tidak lagi mengakses database tetapi mengambil method yang dimiliki oleh objek-objek

pada middle-tier. Aplikasi yang terstruktur dengan baik mengimplementasikan operasi-operasi di

dalam middle-tier. Selain itu client tidak perlu tahu bagaimanana setiap pelanggan disimpan

dalam database. Jika dia bisa memanggil method addCustomer() dan mengirimkan nilai-nilai

pada field (nama pelanggan, alamat dsb) sebagai argumennya, middle-tier akan menyisipkan

Arsitektur sangat mempengaruhi  perancangan kita terhadapa sebuah aplikasi agar setiap

komponen yang ada dapat saling terhubung. Arsitektur server sangat penting bagi sebuah

jaringan karena mempunyai peran yang cukup baik untuk melakukan melayani dan

menjawab permintaan data yang diminta oleh klien.

4. Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer

http://lecturer.eepis-its.edu/~ariv/Database%202/Pertemuan-10%20(Database%20Client-

Server).pdf

https://www.google.com/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-

8#q=kesimpulan+arsitektur+telematika

https://andreasutomo.wordpress.com/2014/01/15/arsitektur-telematika-dari-sisi-server/

Jurnal Minggu 1 : Perkembangan Telematika



Perkembangan Telematika
Ardi Witjaksono, Johanes Parasi, Marulitua E. Sihombing
Jurusan Sistem Informasi, FIKTI, Universitas Gunadarma

Abstraksi
Saat ini Telematika muncul sebagai bidang ilmu yang memfokuskan pada peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi jarak dan waktu melalui aplikasi Information and Communications Technology (ICT). Dalam penulisan ini, penulis membahas tentang sejarah perkembangan telematika di Indonesia dan perkembangan telematika di Indonesia saat ini.
Kata Kunci : Perkembangan, Sejarah, Telematika

Latar Belakang
Perubahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang panjang, menghasilkan peradaban. Sebagai contoh pada peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia.
Sejarah Perkembangan Telematika di Indonesia
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Perkembangan Telematika di Indonesia saat ini
Perkembangan telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermuculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bias memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalh tersedia akses hotspot dimana-mana sehingga hampir setiap orang dapat mengaksesnya. Selain akses point dimana-mana, saat ini masyarakat pun bias dengan mudah mengakses internet dari rumah maupun kantor dengan jaringan broadband yang disediakan oleh bermacam-macam penyedia jasa internet. Murahnya jasa penyedia layanan internet pun menjadikan perkembangan telematika semakin cepat. Hal ini membuat menjamurnya warung-warung penyedia jasa layanan internet menjamur dimana-mana. Akses masyarakat terhadap internet pun semakin mudah, kini masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengakses internet kapan saja, dimana saja dan siapa saja.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan factor baru dari perkembangan teknologi. Antamuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooAPPS live semau berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunaannya.
Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industry kecil dan menengah, termasuk ditanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Tetapi jauh dari itu semua, mengenai trend ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.
Berdasarkan perkembangan telematika, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :
1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berintekrasi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2.  Meningkatkan pendapatan. Produk dan jasa teknilogi telematika merupakan komonitas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industry telematika.
3. Pemersatu bangsa. Telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan system informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
Sekarang istilah telematika telah berkembang dan mengacu kepada automobile systems yang menggabungkan Global Positioning System (GPS) dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui lokasi jalan.
Kesimpulan
Perkembangan telematika di Indonesia dimulai dari krisis jati diri yang dialami bangsa Indonesia. Indonesia belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Hingga saat kini, telematika di Indonesia sudah sangat berkembang pesat. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bias memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya serta yang tidak kalah penting adalah tersedia akses hotspot dimana-mana sehingga hampir setiap orang dapat mengaksesnya.



Daftar Pustaka